Rabu, 15 Juli 2009
Ditulis oleh: fadli
JAKARTA--MI: Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenegpora) menetapkan enam Pemuda Andalan Nusantara (Pandu), yakni mereka yang menunjukkan karya luar biasa di bidangnya dan konsisten menjalankan karyanya selama dua tahun.
Atas prestasi mereka, Menpora Adhyaksa Dault memberikan penghargaan, piagam dan berdialog di Jakarta, Selasa (14/7) malam, dalam acara Malam Mutiara Bangsa.
Keenam pemuda itu adalah Akhmad Zainuri (lahir 20 Januari 1984), lulusan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya yang menemukan alat-alat yang dapat bermanfaat bagi masyarakat luas seperti Brailevoice yaitu keyboard (papan ketik) komputer dengan huruf braile yang dapat bersuara jika ditekan.
Ia juga membuat Muhaji Finder, sebuah alat pelacak jika seorang calon haji tersesat serta membuat alat otomatis penurun kadar air dalam madu yang dapat meningkatkan kualitas madu.
Sementara Tri Wahyuni melakukan kegiatan-kegiatan agar pemuda tidak terjerumus narkoba. Ia aktif di divisi Terapi dan Rehabilitasi di Satgas Narkotka Karang Taruna Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dan menggandeng lembaga-lembaga kepemudaan yang mempunyai visi dan misi dalam pengembangan iptek dan moral bangsa.
Joko Istiyanto melakukan penelitian tentang pengaruh medan magnetis dan panas terhadap kinerja mesin. Berbagai percobaan dan penelitian ia lakukan untuk menghasilkan sebuah alat yang mampu menekan pemakaian bahan bakar tetapi tidak mengurangi tenaga atau kemampuan mesin.
Sedangkan Syammahfuz Chazali melakukan penelitian yang membuktikan bahwa kompos dari limbah peternakan sapi sangat baik dijadikan bahan campuran pembuatan gerabah, sehingga gerabah lebih ringan, lebih halus, lebih kuat dan sangat mudah pewarnaannya.
Rianto Purnomo giat mempertahankan dan memperjuangkan kelestarian seni dan budaya warisan para leluhurnya di Purworejo, Jawa Tengah, yaitu seni tradisi Bagelan. Melalui sanggarnya, ia juga mencetak prestasi di ajang festival tari tingkat nasional dan internasional.
Terakhir, Irma Suryati dari Kebumen, Jawa Tengah, membuat usaha konveksi dan kerajinan tangan yang mempekerjakan orang yang memiliki cacat tubuh. (Ant/OL-01)
Sumber : www.mediaindonesia.com
Foto : foto.detik.com
Komentar Pembaca
Anda harus login dulu untuk memberikan komentar.

