Selasa, 11 Nopember 2008
Menurut Budayawan, Jakob Sumardjo, di Bandung, Senin (27/10), bukan hal penting bila pemuda sekedar hafal isi sumpah pemuda. Jauh lebih baik bila kaum muda menyerap esensi sumpah pemuda, salah satunya dengan berkarya. Karya baik yang mereka hasilkan menjadi bukti semangat sumpah pemuda masih terjaga.
"Krisis ekonomi dikatakan bisa menjadi pemicu anak muda mengembangkan sisi kreativitasnya. Baik melalui seni atau produk kreatif," katanya.
Selain itu, di tengah keterpurukan keberagaman berbangsa, anak muda bisa belajar sejarah panjang masa lalu.
Sementara itu dalam Kuliah Umum mengenai Kontribusi Bahasa, Sastra, dan Budaya dalam Membangun Identitas Bangsa di Universitas Padjadjaran, Jatinagor, Sumedang, Seniman Remy Sylado, yakin bahasa Indonesia adalah satu-satunya ciri khas Bangsa Indonesia. Namun, keadaan yang ada justru ironis. Mayoritas warga
Menurutnya, selama ini banyak pihak kebingungan menentukan apa sebenarnya budaya asli
Akan tetapi, dewasa ini masyarakat kerap melupakan bahasa Indonesia. Mayoritas lebih bangga menggunakan bahasa asing. Akibatnya penggunaan bahasa Indonesia dengan baik kurang mendapat perhatian. Hal itu diperparah tingkah laku pemimpin bangsa. Mereka kerap berbicara mencampurkan bahasa Indonesia dengan bahasa asing.
"Penggunaan bahasa asing sebenarnya tidak salah. Namun, ada baiknya penggunaan bahasa asing memperkaya bahasa Indonesia. Langkah yang bisa dilakukan anatara lain menyesuaikan bahasa asing yang sering digunakan ke lafal melayu dan dimasukan dalam tata bahasa Indonesia," kata Remy.
Sumber : Kompas.com
Komentar Pembaca
Anda harus login dulu untuk memberikan komentar.

